Kunci Keberhasilan Adalah Kemalasan

Hal ini memang sangat kontroversial, tetapi saya lebih suka memiliki 1 persen dari penghasilan orang lain daripada 100% milik sendiri. Jika Anda pernah berpikir bahwa Anda bisa sukses jika Anda bekerja sediki lebih keras, meluangkan waktu lebih banyak, atau melakukan apa yang Anda lakukan sekarang dengan lebih keras, maka sekaranglah waktunya Anda mengangkat kepala Anda dan lihat sekeliling Anda.

Banyak orang suskes juga akibat mengikuti training motivasi terhadap keberhasilan bisnisnya

Tujuan permainan ini bukanlah bekerja lebih keras, tujuannya adalah menciptakan hasil yang lebih baik dengan upaya yang lebih sedikit. Dengan kata lain, terus memanfaatkan waktu Anda, upaya Anda, uang Anda, dan pengetahuan Anda.

Jika Anda dibayar berdasarkan jam, Anda tidak akan pernah mendapatkan hasil lebih dari jam kerja Anda, tetapi jika Anda dan bisnis Anda dibentuk sehingga Anda dibayar baik ketika bekerja atau  tidak, maka Anda benar-benar memahami salah satu prinsip utama kesuksesan: Berupaya memiliki lebih banyak. Mainkan permainan “Laverage”, yang saya buat, cara yang menyenangkan untuk belajar tentang bisnis.

Laverage adalah kemampuan untuk melakukan lebih dengan modal kecil. Karyawan mendapatkan uang dan pemilik bisnis dan menghasilkan uang. Jadi marilah mulai sekarang untuk melangkah sedikit lagi: Pengusaha dan Investor mengumpulkan uang.

Tujuan permainan ini adalah membuat arus penghasilan yang mengalir terus baik ketika Anda bekerja atau tidak. Membangun aset yang mendapatkan penghasilan. Semoga bermanfaat!

Advertisements

Training Motivasi Untuk Karyawan

karyawan adalah asset yang menentukan apakah costumer akan terus dan tetap bertransaksi di perusahaan sedangkan wiraniaga adalah aset perusahaan yang menentukan jumlah banyaknya costumer yang datang ke perusahaan.

Jadi manager pasti ingin memilih karyawannya berkembang demi kemajuan perusaahannya. Nah bagaimana cara agar karyawan Anda mendapatkan training motivasi terbaik dan dapat memajukan perusahaan bahkan meningkatkan penjualan Anda meningkat? Nah agar karyawan Anda jauh lebih baik dan dipastikan akan mengembangkan perusahaan Anda, kini  Tung Desem Waringin adalaah orang yang tepat untuk mengajarkan karyawan Anda.

Tung Desem Waringin adalah salah satu mentor yang dahsyat diantara mentor lainnya, karena beliau memiliki seribu cara untuk membantu Anda daloam menghadapapi rintangan dan tantangan dalam bisnis Anda dan juga kehidupan Anda.

 

Rahasia Menjadi Seorang Trainer Handal

Handal adalah salah satu kelebihan dari diri seseorang karena memiliki kemampuan yang lebih didalam diri orang tersebut. Begitupun jika Anda ingin menjadi seorang Trainer pililhlah seorang mentor yang tepat ( handal) untuk mendidik Anda menuju masa depan yang sukses.

TUNG DESEM WARINGIN

Nah begitu banyak  seminar training motivasi dengan pembicara yang dahsyat salah satunya adalah seorang pelatih sukses no.1 di Indonesia siapa lagi kalau bukan Tung Desem Waringin yang akan menjadi mentor Anda.

Kali ini Tung Desem Waringin akan memberikan  5 ilmu dahsyat untuk membantu Anda menjadi trainer yang dahsyat yang disingkat dengan SMART trainer. SMART trainer artinya: Self Improvement, Multi Sensori, Act Passionately, Responsive to Audience Needs dan Totality.

  1. Self Improvement
    orang mengaku punya pengalaman 10 tahun tapi sebenarnya pengalaman setahun yang diulang 10 kali. Begitu pula dengan para trainer. Sering kali Anda mendengarkan para trainer yang mengulang pesan yang sama pada topik yang berbeda. Seakan-akan apa yang diketahuinya adalah ‘formula sukses’ yang berlaku untuk segala hal.Baru-baru ini saya mendengar dalam suatu acara talk show radio di mana seorang trainer yang mengaku motivator ditanya tentang isi sebuah buku motivasi yang sedang ramai dan “hot” dibicarakan. Tapi, ternyata ia tidak membaca dan tidak tahu apa-apa. Si penanya di radio bertanya dengan gemas, “Masak Bapak tidak baca?” Tapi si motivator ini bisa berkelit dengan cukup baik,”Ada ribuan buku, Pak. Apakah saya harus membaca buku yang Anda baca?” Trainer ini bisa mengelak, tapi bagaimana pun saya setuju bahwa seharusnya si motivator ini update dengan buku baru best seller dunia yang ditanyakan itu.Nah, salah satu kendala terbesar bagi trainer adalah menjadi “tape recorder hidup” yang hanya memutar pesan yang sama. Oleh karena itu, cobalah melakukan self improvement dan update informasi. Ada begitu banyak sumber informasi: majalah, koran, TV, Radio, apalagi internet! Bergabunglah dengan milis group yang membahas topik yang Anda bawakan. Juga perbanyak belajar dari trainer world class. Dalam buku “Tony Robbins Biography:Living His Dream” dikatakan bahwa Anthony Robbins setiap tahun membaca ratusan buku sukses dan ia telah menghabiskan ribuan buku tentang pengembangan diri sebelum mengembangkan Neuro Associative Conditioning-nya. Saya sendiri berkomitmen mendengar atau menyaksikan world class trainer setiap hari. Bagaimana dengan program self improvement Anda?
  2. Muti Sensori
    Para trainer professional mendesain trainingnya secara menarik. Bukan hanya visual slide presentasinya yang eye-catching tapi juga ada sound yang menggelegar termasuk juga aktivitas serta berbagai props (tambahan perlengkapan pelatihan) yang sesuai. Selain itu yang menarik adalah bagaimana secara kinestetik melibatkan audiensnya. Sewaktu di Hongkong saya pernah menyaksikan di TV seorang trainer financial freedom yang sengaja membawa kartu kredit dan mengguntingnya! Tatkala ia bicara mengenai ‘sedia payung sebelum hujan’ sang trainer betul-betul membawa payung ke atas panggung. Wow!Dalam NLP dikatakan 3 modalitas belajar kita yang mencakup visual (penglihatan), auditory (pendengaran) dan kinestetik (peragaan). Upayakan presentasi dan training Anda mencakup ke-3 hal dalam berbagai variasi. Kalau Anda masih belum yakin, coba sekali-kali lihat tukang obat keliling yang menawarkan obatnya. Ia punya visual atraktif, suara dengan loud speaker yang keras sampai terdengar puluhan meter, lalu ia pun membuat peragaan termasuk sulap yang menarik. Pikirkanlah kalau ketrampilan trainer seperti itu.
  3. Act Passionately
    Anda pasti menyukai trainer yang bersemangat dengan topiknya. Semangat trainer seperti ini selalu menular dan banyak dicari. Para trainer ini bicara dengan sepenuh hatinya, oleh karenanya pada peserta pasti mendengarkan! Ingatkah pepatah mengatakan, “It’s better to speak with full heart but empty head, rather than full head but empty heart ” (lebih baik bicara dengan sepenuh hari tapi kepala kosong daripada kepala penuh, tapi hati yang kosong). Saya senang dengan seminar duo pembicara Mark Victor Hansen – Jack Canfield yang membawakan cerita “chicken soup for soul”-nya dengan sepenuh hati. Jadilah bersemangat dengan topik Anda. Sederhana saja, kalau Anda sendiri tidak bersemangat dengan topik Anda, bagaimana peserta Anda mau bersemangat?
  4. Responsive to Audience Needs
    Ada audiens yang datang karena ingin di-entertain, ada yang karena mau belajar sesuatu, ada yang ingin meningkatkan kemampuannya, ada pula yang belajar karena dipaksa. Semua audiens ini butuh direspon oleh trainer. Para audiens menginginkan kita memahami bahasa mereka dan apa yang mereka inginkan. Karena itu para trainer yang profesional biasanya telah berbicara dan menggali kebutuhan pendengarnya dulu, khususnya dengan pada atasannya. Ataupun, jika tidak ada kesempatan, trainer datang lebih awal dan menyapa serta bicara dengan audiensnya tentang harapan mereka. Bisa pula, jika Anda ingin menggali needs audiens Anda, ambil sedikit waktu untuk menggali harapan mereka. Setelah itu berusahalah untuk memenuhi harapan para peserta.
  5. Totality
    Singkatnya totalitas adalah.. “hadir jiwa dan raga untuk melakukan apapun yang diperlukan agar pesan bisa diterima oleh peserta. “ Ada trainer yang mengupayakan kertas ukuran kartu nama yang dibagikan agar peserta ingat key-point-nya. Ada yang menunjukkan totalitas dengan cara mendramatisir kisah dan cerita, misal kalau bercerita tentang pelari yang buntung kakinya, diperagakan cara geraknya. Ada juga yang menghadirkan totalitas dengan meluangkan waktu untuk memberikan konseling personal bagi peserta.

Banyak cara! Tapi yang jelas, semuanya dilakukan dengan ketulusan agar peserta sungguh-sungguh mendapat dari apa yang disampaikannya.Kesimpulannya, untuk mengetahui apakah Anda seorang trainer yang SMART atau tidak bandingkanlah dengan ke-5 isu ini. Semoga bermanfaat!